Oleh: Prof. Dr. H. Fuad Abdul Hamied, M.A
(Sari dari ceramah Idul Fitri 1429 H di Mesjid Al-Furqon UPI Bandung)
Dilatarbelakangi oleh pertanyaan dan pernyataan mengenai kesenjangan dari berbagai hal dari perintah Allah dalam Al-Quran dengan realitas kehidupan di Indonesia, yang diantaranya adalah :
- Perintah membaca dalah surah Al-‘Alaq:1-5 dengan rendahnya Indeks Pembangunan Nasional Indonesia
- Orientasi pada kualitas dan content yang surah Al-Mulk:2 direspon hanya dengan upaya meningkatkan angka kemiskinan, pengangguran, dan UN
- Perintah untuk bersatu dalam surah Ali-Imran:103, realitasnya adalah perpecahan, disintegrasi, dan persetuan di kalangan umat Islam
- Perintah kepada umat Islam agar mempunyai visi ke depan, keakhiratan pada surah Al-Hasyr : 18 malah direspon dengan orientasi kekinian dan keduniawian
- Dan berbagai keterpurukan lainnya.
Sebenarnya umat Islam sendiri bukan umat yang terpuruk, tetapi adalah umat yang terbaik, seperti firman Allah pada surah Ali Imran :110,
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman pada Allah.
Umat terbaik mengandung makna kompetitif, dan ummat terbaik adalah umat yang berani bersaing secara sehat dengan siapapun. Sosok umat terbaik memiliki beberapa ciri antara lain:
- keyakinan kepada Allah SWTyang memiliki sifat Yang Maha Segalanya, dengan begitu mereka akan memiliki tanggung jawab dan menegakan hukum.
- memiliki kemampuan, kapasitas, paling tidak kemampuan kognitif dan ragawi. (surah Rahman : 4 dan 33, dan Al-Baqarah ayat terakhir)
- Mampu hidup seimbang antara dunia dan akhirat, hari ini dan esok, perkara primer dan sekunder. (Al-Baqarah:142 ; Al-Furqan :67; Al-Jumu’ah : 10;as Syura:27)
- Bertindak transparan, apa saja yang menurut pertimngan pengetahuan dan pengalamannya perlu diketahui umum, maka dia menyampaikan pada pihak lain.
