Sarikhutbah jumat tanggal 3 Okt 2008, di Masjid Al-Muawannah Jl. Sersan Sodik Bandung
Setelah satu bulan berpuasa, yang diharapkan adalah kita kembali menjadi fitri. Namun menurut hadist, tidak sedikit dari kita semua yang sia-sia saja di bulan puasa ini
“Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, dan berapa banyak orang yang mendirikan ibadah di malam hari, tapi hanya mendapatkan begadang saja.” (HR. Ahmad).
Analogi: ada dua binatang yang biasa berpuasa yaitu ular dan ulat:
ular setelah menyantap makanan yang besar, dia dapat berpuasa sampai 3 minggu, namun setelah berpuasa tetap saja ular tersebut tidak berubah, kelakuannya tetap saja ular. Berbeda dengan ulat, setelah berpuasa dalam kepompong, dia berubah menjadi kupu-kupu yang indah, lebih sedap dipandang mata, asalnya merusak tanaman, setelah menjadi kupu-kupu justru membantu penyerbukan dan mempermudah proses pembuahan pada tanaman.
Sejatinya, puasa di bulan ramadhan dapat membuat kita, mendidik kita, merubah diri kita menjadi yang lebih baik dibulan syawal dan seterusnya. Tidaklah menjadi rendah bila belajar dari hewan dan alam semesta sekalipun. Seperti pada contoh hadist berikut:
Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.? (HR. At-Tirmidzi).
